Pada dasarnya manusia memang ingin mendapatkan apa yang dia
inginkan, yaitu kebahagiaan yang menjadi patokan dasar dari keinginan mereka.
Semua ingin sukses, dan ingin bahagia di dunia dan di
akhirat, tetapi kadang kala kita tidak menyadari ada hal yang memang membuat
kita menjadi lupa akan hakikat kita hidup.
Terkadang kita ingin bahagia menjatuhkan orang lain,
bersikap kasar orang lain, dan berperilaku buruk terhadap orang lain.
Dan beralih demi kebahagiaan dirinya.
Ini menjadi pertanyaan kenapa jalan ini yang harus di
lakukan untuk dapat kebahagiannya, tentu ada hal yang menjadi korban baik
perasaan dan pisik bila ada.
Ketika kita berbicara soal pendidikan saya rasa itu hal yang
tidak bisa dipermasalahkan, baik dia lulusan akademi atau pun tidak sekolah,
kebahagian diri itu memang perlu dan jangan sampai menjadi mengorbankan orang
lain demi hal hal yang tidak perlu.
Seperti contoh : bukan saya mau mengomentari dari kehidupan
seseorang. Ia merasa bahagia apabila ia bisa menyakiti perasaan orang lain dan
berbicara yang tidak penting terhadap keburukan orang lain.
Apakah karna harta dan benda sehingga ia menjadi bersedih,
dan merasa iri terhadap rejeki orang. Tentu ini pemikiran yang keliru.
Ternyata kebahagian itu sempit dan hanya sekepal tangan
luasnya.
Tetapi ini berpengaruh besar terhadap pribadinya.
Maksudnya disini adalah untuk apa kita memiliki harta yang
melimpah jika hati tak tenang dan merasa tidak nyaman dalam kehidupannya.
Harta adalah kebahagian hidup dari sebagian orang dan tidak
semua berkata demikian, karena kita merasa kurang dan kurang hingga hati menjadi
bersedih.
Dengan hati merasa demikian tentu ini akan berdampak pada
diri kita, terhadap kehidupan dan bertetangga dan bermasyarakat, lebih lebih.
Hati akan terdorong untuk senantiasa berontak akan keadaan
tetapi bukan aksi yang dilakukan melaikan menjadikan prilaku buruk terhadap
orang lain.
Entah belum terpikirkan atau masa bodo, tentu ini adalah
penyakit hati yang membuat hati menjadi semakin terpuruk dan kurang peka akan
kehidupannya.
Kembali lagi akan menjadi pribadi yang mungkin anda dapat
lihat dari kehidupan ini.
Jadi kebahagian itu adalah bersyukur dan selalu bersyukur
dan tetap sirami hati dengan hal yang baik dengan begitu hati akan menjadi
kokoh dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain atau pun dari bisikan hati
itu sendiri.
Salah jalan dan mudah kembali ke jalan yang memang itu baik
untuk dirinya.
No comments:
Post a Comment