Pages

Thursday, 14 July 2016

Apa yang kita cari

Pada dasarnya manusia memang ingin mendapatkan apa yang dia inginkan, yaitu kebahagiaan yang menjadi patokan dasar dari keinginan mereka.

Semua ingin sukses, dan ingin bahagia di dunia dan di akhirat, tetapi kadang kala kita tidak menyadari ada hal yang memang membuat kita menjadi lupa akan hakikat kita hidup.

Terkadang kita ingin bahagia menjatuhkan orang lain, bersikap kasar orang lain, dan berperilaku buruk terhadap orang lain.

Dan beralih demi kebahagiaan dirinya.

Ini menjadi pertanyaan kenapa jalan ini yang harus di lakukan untuk dapat kebahagiannya, tentu ada hal yang menjadi korban baik perasaan dan pisik bila ada.

Ketika kita berbicara soal pendidikan saya rasa itu hal yang tidak bisa dipermasalahkan, baik dia lulusan akademi atau pun tidak sekolah, kebahagian diri itu memang perlu dan jangan sampai menjadi mengorbankan orang lain demi hal hal yang tidak perlu.

Seperti contoh : bukan saya mau mengomentari dari kehidupan seseorang. Ia merasa bahagia apabila ia bisa menyakiti perasaan orang lain dan berbicara yang tidak penting terhadap keburukan orang lain.

Apakah karna harta dan benda sehingga ia menjadi bersedih, dan merasa iri terhadap rejeki orang. Tentu ini pemikiran yang keliru.

Ternyata kebahagian itu sempit dan hanya sekepal tangan luasnya.

Tetapi ini berpengaruh besar terhadap pribadinya.

Maksudnya disini adalah untuk apa kita memiliki harta yang melimpah jika hati tak tenang dan merasa tidak nyaman dalam kehidupannya.

Harta adalah kebahagian hidup dari sebagian orang dan tidak semua berkata demikian, karena kita merasa kurang dan kurang hingga hati menjadi bersedih.

Dengan hati merasa demikian tentu ini akan berdampak pada diri kita, terhadap kehidupan dan bertetangga dan bermasyarakat, lebih lebih.

Hati akan terdorong untuk senantiasa berontak akan keadaan tetapi bukan aksi yang dilakukan melaikan menjadikan prilaku buruk terhadap orang lain.

Entah belum terpikirkan atau masa bodo, tentu ini adalah penyakit hati yang membuat hati menjadi semakin terpuruk dan kurang peka akan kehidupannya.

Kembali lagi akan menjadi pribadi yang mungkin anda dapat lihat dari kehidupan ini.

Jadi kebahagian itu adalah bersyukur dan selalu bersyukur dan tetap sirami hati dengan hal yang baik dengan begitu hati akan menjadi kokoh dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain atau pun dari bisikan hati itu sendiri.

Salah jalan dan mudah kembali ke jalan yang memang itu baik untuk dirinya. 








No comments:

Post a Comment