Saya memang dilahirkan dari keluarga sederhana, dengan ayah
sebagai pekerja serabutan dan ibu menjadi ibu rumah tangga. Kami pun hidup
senantiasa dengan kesederhanaan.
Keseharian saya hanya bermain di kala masih kecil dan terus
menerima marahan orang tua karena hobi saya memang main.
Hehe..
Selagi smp, hobi saya masih bertahan dan bertengger dengan
namanya main. Kalau lagi main, saya lupa segalanya. Dan kadang kala saya pun
menginap di rumah teman saya. karena teman saya ini, baru memiliki ps. dan saya
pun senang bermain dengannya karena saya pun terhibur dengan permainan yang ia
miliki.
Entah apa yang terpikirkan waktu itu, main dan main yang
menjadi keseharian saya.
Hingga suatu saat saya bertemu dengan temannya kakak teman
saya, itu pun lagi singgah karena adanya urasan.
Dan ia pun bertanya : nama kamu siapa de,
Lantas saya pun jawab. Jojo bang.
(maklum orang betawi).
Dia pun bertanya lagi : sedang apa disini.
Jawab : lagi main bang.
Emang hobi kamu apa jo : saya jawab, main bang karena main
itu menyenangkan. Dari pada di rumah Cuma di marahin orang tua terus. Mending saya
kabur. Pergi main. Lupa tuh omelan orang tua di rumah.
Dia pun bertanya lagi : hemm... jadi hobi kamu main yah jo,
emang gak kepikiran apa, untuk belajar.
Jawab : aduh bang, belajar bikin pusing, baru liat buku ajah
kepala saya udah pusing duluan. Apalagi membacanya. Bisa masuk angin mendadak
saya. (sambil senyum) menjawabnya.
Dia pun bertanya lagi : oh gitu, gak apa apakan saya betanya
sama jojo.
Jawab : yah, boleh. Asal jangan abis bertanya. Minta bayaran
yah bang.
Dia pun bertanya lagi : haha... dia tertawa. Dia pun
berkata. Dan menasehati , saya. agar jangan terlalu banyak main. Nanti kebiasaan
dan itupun akan berlanjut kedepannya. Kata abang itu.
Saya menjawab : ia abang guru. Nanti deh saya pikirin
dirumah kalau ingat. Dan saya pun melanjutkan aktifitas yang biasa saya
lakukan.
Karena memang masa bodo yang di nasehati abang tadi, suatu
ketika saya melihat orang berdasi dan berkaca mata. Dengan penampilan orang
kaya.
Dalam hati, wah orang itu enak benar yah hidupnya dengan
kesuksesan yang ia miliki saat ini.
Karena iri yang mamang ia miliki saat ini, tebesitlah hati
saya untuk bisa seperti dia yang saya lihat itu.
Dalam pikiran berkata, dia kerja apa yah. Kalau bangunan gak
mungkin bisa beli mobil, kalau Cuma jadi pelayan toko sampe kapan bisa kuat
beli mobil.
Wahh pikiran waktu gak karuan mikir yang aneh aneh.
Sampai saya menemukan membuka majalah bekas yang saya temui di
jalan. Lantas saya baca yang berisikan. Sukses
itu adalah karena upaya dan kerja keras saat ini. yaitu dengan belajar dan
mengembangkan hobi yang bisa mengantarkan kepada kesuksesan.
Mulai saat itulah saya belajar dengan giat walaupun gak
pinter pinter amat yang penting saya belajar, dan bisa sukses. Dan itu pun saya
lakukan hingga saat ini.
Dan akhirnya. saya pun mengerti kesuksesan itu adalah bersyukur.
Bukan karena harta atau yang lain, tetapi hati yang tenang
dan selalu bersyukur dan mendapatkan petunjuk dari tuhan itulah kesuksesan yang
saya miliki saat ini.
Sekian itulah cerita fiktif dari jojo.
No comments:
Post a Comment